IPNews. Jakarta. Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) telah melaksanakan sita eksekusi aset milik terpidana Benny Tjokrosaputro (Bentjok), berupa uang tunai sebesar Rp8,2 miliar, dalam kasus korupsi PT. Asuransi Jiwasraya (persero).

“Adapun uang Rp8.216.084.561,00, itu sebagai uang pengganti yang merupakan hasil Deviden Final Tahun Buku 2022 dari penyitaan saham PT Mandiri Mega Jaya sebanyak 25% dari total kepemilikan saham pada PT Putra Asih Laksana, atau senilai Rp96.750.000.000,00 yang telah disita eksekusi pada 16 Februari 2023.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/7/2023), mengatakan, “sita eksekusi terhadap uang tunai tersebut, dilaksanakan oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan Tim Pengendalian Eksekusi pada Direktorat Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi dan Eksaminasi Jampidsus Kejaksaan Agung.

“Atas penyitaan uang tunai itu Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat akan menyetorkan ke kas negara sebagai cicilan pertama pembayaran uang pengganti, dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya (persero) periode 2008-2018,”ungkapnya.

Dalam pelaksanaan acara tersebut dihadiri, Direktur UHLB dan EE pada Jampidsus Kejagung, Dr. Undang Mugopal, SH.MH., Kapus PPA Kejagung, Syaifudin Tagamal, SH.MH., Aspidsus Kejati DKI Jakarta, Nurcahyo J.M, SH.MH., Kajari Jakpus, Hari Wibowo, SH.MH., Kasubdit TPK dan TPPU pad DIR UHLB Jampidsus Kejagung, Safri, SH.MH., Kabid Penanganan Aset Nasional pada PPA Kejagung, Silvia Desty Rosalina, SH.MH. (Tim)

Bagikan :