IPNews. Mataram. Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 memberikan dorongan besar terhadap aktivitas pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB). Tingkat hunian hotel di kawasan Mandalika mencapai 100 persen, sementara Mataram dan Senggigi masing-masing menembus 95 persen. Pada saat bersamaan, arus penumpang kapal dari Bali menuju Lombok meningkat hampir 14 persen pada hari pertama MotoGP.
Berdasarkan data okupansi hotel yang dirilis Dinas Pariwisata Provinsi NTB selama penyelenggaraan MotoGP pada 9–11 Oktober 2026, seluruh kapasitas akomodasi di kawasan Mandalika telah terisi. Tingginya permintaan juga meluas hingga Mataram dan Senggigi, dua kawasan utama penyangga aktivitas pariwisata di Lombok.
Lonjakan aktivitas tersebut juga terlihat dari data penyeberangan Padangbai–Lembar. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan NTB, pada 9 Oktober 2026 jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali menuju Lombok mencapai 5.809 orang, meningkat sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama dalam penyelenggaraan MotoGP 2025 sebanyak 5.096 orang.
Tidak hanya penumpang, jumlah kendaraan yang menyeberang menuju Lombok pada hari tersebut juga mencapai 2.089 unit, meningkat sekitar 9,6 persen dibandingkan periode pembanding tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, selama enam hari menjelang hingga hari pertama MotoGP, yakni 4–9 Oktober 2026, total pergerakan penumpang di kedua arah penyeberangan Lembar–Padangbai mencapai 33.667 orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 3,6 persen dibandingkan periode MotoGP tahun sebelumnya yang mencatat 32.484 penumpang.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menekankan bahwa besarnya aktivitas pariwisata selama MotoGP harus memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada kesiapan penyelenggaraan, tetapi juga keterlibatan UMKM, nelayan, tenaga kerja lokal, serta industri pendukung pariwisata.
Dampak ekonomi tersebut mulai terlihat dari aktivitas ratusan UMKM yang membuka stan di kawasan Sirkuit Mandalika. Sejumlah pedagang asal Mataram, Sumbawa Besar, dan Dompu melaporkan omzet harian mencapai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta selama penyelenggaraan MotoGP.
Lalu Iqbal menyebut keterlibatan UMKM di kawasan MotoGP Mandalika tahun ini meningkat dari sekitar 100 menjadi 500 pelaku usaha. Dia juga beberapa kali meninjau kawasan UMKM untuk memastikan para pedagang mendapatkan lokasi dan fasilitas berjualan yang layak.
“Ada banyak hal di MotoGP Mandalika ini yang tidak ada di MotoGP lainnya. Yang pertama UMKM. Bayangkan 500 UMKM dari daerah sekitar, termasuk hampir perwakilan kabupaten/kota di seluruh NTB itu hadir di sini,” kata Iqbal.
Selain UMKM, peningkatan permintaan juga dirasakan nelayan NTB. Ketua Umum Serikat Nelayan Independen, Hasan Saipul Rizal, mengungkapkan bahwa kebutuhan ikan dari sejumlah hotel meningkat dari sekitar 50 kilogram menjadi 500 hingga 600 kilogram per pesanan per hotel. Lobster yang sebelumnya dipasarkan ke Jakarta juga mulai terserap oleh kebutuhan hotel di Senggigi dan Lombok Tengah.
Sebelumnya, Iqbal telah bertemu dengan pelaku industri hotel dan restoran untuk mendorong penyerapan produk pertanian dan perikanan lokal. Langkah tersebut diarahkan agar peningkatan kunjungan wisatawan turut membuka pasar bagi hasil produksi masyarakat NTB.
Bagi Iqbal, penyelenggaraan MotoGP menjadi kesempatan untuk mempertemukan perkembangan pariwisata internasional dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. “Jadi, ini kata makmur dan mendunia. Jadi, tetap kemakmuran masyarakat di sekitar itu tetap mendapatkan ruang untuk tumbuh,” ujarnya .(Tim)

