IPNews. Jakarta. Setelah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkracht), Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel), akhirnya mengeksekusi Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E), terpidana 1 tahun 6 bulan penjara dalam kasus pembunuhan Brigadir Josua.

“Eksekusi ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan No. PRINT-149/M.1.14.3/Eku.3/02/2023,” ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung), Ketut Sumedana, dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (27/02/2023).

Eksekusi dilakukan, ujar Ketut Sumedana, setelah berkoordinasi dan melengkapi berkas administrasi dalam rangka menempatkan Terpidana Richard Eliezer di Lembaga Pemasyarakatan Salemba yang beralamat di Jalan Percetakan Negara Nomor 88A, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Usai dilakukan registrasi terhadap Terpidana Richard Eliezer dan serangkaian tahapan dalam proses penerimaan serta administrasi pemberkasan, Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan resmi mengeksekusi putusan pengadilan dengan penandatanganan Berita Acara Pelaksanaan Putusan Pengadilan oleh Terpidana dan Jaksa Eksekutor serta pihak lembaga pemasyarakatan.

Sementara itu, Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy mengatakan, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ikut mendampingi kliennya pada proses eksekusi dengan penempatan di Lapas Salemba.

“LPSK kan, sesuai dengan UU Perlindungan Saksi dan Korban dan juga sesuai dengan perjanjian antara Eliezer, sampai Agustus pengamanan tetap dijaga oleh LPSK. Jadi tahapan-tahapan ini, LPSK akan terus mendampingi,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua LPSK Susilaningtyas menegaskan pihaknya tetap akan memberikan perlindungan fisik terhadap Bharada E. Pihaknya juga akan memastikan hak-hak Bharada E sebagai narapidana dan penyandang status justice collaborator terpenuhi.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dirjen Lapas, kata Susilaningtyas, Minggu (26/02/2023), Untuk pemenuhan hak-hak Richard Eliezer selaku narapidana dan justice collaborator,” tuturnya. (Her)

Bagikan :