IPNews. Jakarta. Komando Resimen Mahasiswa Indonesia (Komenwa Indonesia), Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin) dan insan Pers menggelar acara buka bersama. Kegiatan yang diinisiasi PT. Pancuracahayu Wahyu diselenggarakan di Horison Arcadia, Mangga Dua, Jakarta pada, Kamis (12/03/2026).

Acara dengan mengusung tema “Bersama Membangun Negeri Dengan Mengutamakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)”, itu secara antusias dihadiri sedikitnya 300 orang peserta.

Hadir dalam kegiatan itu Dirjen Hubla Ir Muhammad Masyhud, Kepala Bacadnas Kemhan RI Letjen TNI Gabriel Lema, Pangkomenwa Indonesia, Ketum Pramarin, serta Dewas Pramarin Dr Chanda Motik.
Tak ketinggalan hadir Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP), Praktisi dan Akademisi Maritim, Dewan Pakar Pramarin dan Pengurus INSA, Insan PERS, elemen masyarakat, tokoh agama, Paguyuban Usaha Kecil Menengah Indonesia (PUKMI), Paguyuban Budaya Nusantara (PBN) dan lain sebagainya.

Dalam kesempatan itu Hilman Suryawijaya selaku pimpinan PT. Pancuracahaya Wahyu yang sekaligus selaku ketua panitia mengatakan, bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini adalah sebagai sarana mempererat tali persaudaraan (silaturahmi), meningkatkan rasa kebersamaan, serta berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan yang penuh berkah.

Hilman juga menyampaikan pentingnya mencintai produk dalam negeri, sehingga tidak tergerus oleh ketatnya persaingan produk dari luar negeri. Karena menurutnya, hasil karya anak bangsa mutu maupun kualitas tidak kalah dengan produk impor, sehingga harus tetap dipertahankan.

Gelaran dengan mengusung tema, “Bersama Membangun Negeri Dengan Mengutamakan Tingkat Komponen Dalam Negri (TKDN) ini tentunya sejalan dengan apa yang telah ditekankan oleh Pemerintahan Prabowo Subianto yang berkomitmen mendukung pembangunan negeri dengan mengutamakan produk dalam negeri, namun dengan pendekatan yang lebih realistis, fleksibel, dan kompetitif melalui penyesuaian aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), terangnya.

Sementara itu Datep Purwa Saputra, Praktisi dan Akademisi Maritim mengatakan, kita diskusi maupun FGD membahas soal membangun negeri salah satunya dengan meningkatkan produk dalam negeri dengan tingkat komponen sesuai dengan Perpres 42 Tahun 2025, bahwa pemerintah menghimbau agar seluruh pengusaha mendorong unit usaha menengah maupun kecil ke atas, untuk memberikan kesempatan dengan menggunakan produk dalam negeri. Misalnya hasil karya anak bangsa melalui produk lokal life jacket tidak bisa dianggap sepele. Karena jika meningalkan kapal tanpa menggunakan life jacket tingkat resikonya amat tinggi. Bahkan, setiap kapal, utamanya kapal penumpang harus menyediakan paling sedikit 15 persen life jacket, ini semua demi keselamatan pelayaran, ucapnya.

Indang Nurkajati, Kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) menambahkan, sebelum dapat sertifikat approval merek produk life jacket kita lakukan beberapa tahapan uji, ada pengujian uji apung, uji kekuatan, daya jaketnya, materialnya hingga tahapan uji drop testnya. Ternyata hasil daripada pengujian life jaket atau pelampung hasil produksi dari PT. Pancurawhahyu dibawah pimpinan bapak Hilman Suryawijaya ini lulus pengujian, katanya.

Untuk itu, lanjut dia, Perhubungan Laut melalui BTKP memberikan approval persetujuan pertama untuk PT. Pancuracahaya Wahyu ini sangat luar biasa. “Kami pengen enggak hanya karya jacket saja, rencana mau kemana pak, ini rencana kita akan kerja sama dengan perusahaan China, jika perlu ekspor ke Australia, “ucap Indang yang disamput tepuk tangan ratusan peserta.

Yang tak kalah menarik dalam acara itu ada selingan pembacaan puisi yang cukup memukau peserta yang dibawakan oleh angkatan laut cilik bernama Meverick Adler Dimitri, (9 thn) melalui puisi menyentuh hati, Aku cinta produk Indonesia. “Jejak Karya di Tanah Tercinta” (Jp)