IPNews. Jakarta. Aroma perburuan juara BRI Super League musim 2025/2026 serta klub-klub yang sedang berjuang lepas dari ancaman degradasi semakin panas. Masih ada 11 pekan bagi tim-tim peserta untuk memastikan nasibnya; merebut juara, bertahan di zona aman, atau terlempar alias degradasi.

Hingga pekan ke-23, Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen sementara. Juara musim lalu itu telah mengemas 53 poin. Dari 22
pertandingan yang sudah dilakoni, Maung Bandung mencatat 17 kali menang, 2 kali seri, dan 3 kali kalah.

Tim yang diarsiteki Bojan Hodak itu masih unggul 3 poin dari rival
terdekatnya di posisi kedua, Persija Jakarta. Persija mengemas 50 poin hasil 16 kali menang, 2 kali seri, 5 kali kalah. Persija menjadi ancaman serius Persib. Artinya Persib harus tetap hati-hati. Jangan sampai kepeleset. Persib agak beruntung karena masih menyimpan sisa satu pertandingan.

Persib relatif aman. Di mata saya, Beckham Putra dkk tetap menjadi
favorit juara. Peluang mereka mencetak hattrick (tiga kali juara
secara beruntun) tetap besar. Selain karena kedalaman skuad yang
dimiliki terbilang mumpuni, Persib juga hanya fokus pada persaingan Super League usai tersingkir dari Asian Champions League (ACL) II.

Kendati tetap favorit, Persib tak bisa berleha-leha. Selain ancaman serius dari Persija, ancaman lain juga datang dari Borneo FC, tim yang menempati posisi ketiga. Borneo membukukan poin 49, selisih satu poin dengan Persija. Seperti halnya Persib, Borneo juga baru melakoni 22 pertandingan. Ada tabungan satu pertandingan yang dimiliki “Pesut Etam”, julukan Borneo.

Menyimak ketatnya persaingan tim-tim papan atas musim ini maka konsistensilah yang dibutuhkan dalam menjalani duel-duel berikutnya. Jangan sampai terpeleset, itu kata kuncinya. Sekali saja terpeleset maka ancaman tergeser bakal semakin besar. Jangan lupa juga, masih ada Malut United yang bisa saja meledak dan tetap jadi ancaman.

Pun demikian dengan tim-tim papan tengah. Di saat peluang merebut
juara seakan sulit digapai, maka fokus utama adalah mempertahankan
posisi agar tidak melorot. Syukur-syukur bisa merangsak naik, itu
lebih bagus. Tim-tim seperti Bhayangkara FC, Persebaya, Persita, PSIM Yogjakarta, Persita, Dewa United, Arema, dan Bali United, relatif cukup aman.

Sementara Persik, PSM, Madura United, Persijap, PSBS Biak, Persis
Solo, dan Semen Padang masih hartus berjuang keras untuk bertahan dan keluar dari bayang-bayang degradasi . Tim-tim papan bawah yang sangat rawan terlempar ke Championship (Liga 2) dan harus bekerja ekstra keras lagi adalah Persijap, PSBS, Persis, dan Semen Padang.

Seperti halnya sengitnya persaingan di papan atas, di papan bawah pun demikian. Tim-tim yang mencoba lepas dari area degradasi membutuhkan konsistensi dalam penampilannya. Mereka juga jangan sampai terpeleset. Walaupun tiga tim terbawah (PSBS, Persis, Semen Padang) terbilang paling rawan, ketiganya belum bisa dikatakan pasti terdegradasi. (Red)