IPNews. Mataram. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal mengambil langkah untuk menyiapkan tenaga kerja NTB agar bisa mengisi kebutuhan industri di Hokkaido, Jepang. SMK hingga Balai Latihan Kerja (BLK) akan diarahkan untuk membentuk keterampilan calon pekerja sesuai kebutuhan dan standar perusahaan Jepang.
Langkah tersebut diambil gubernur yang akrab dipanggil Lalu Iqbal itu setelah menerima langsung manajemen 3eee, Inc., PT Sinergi Teknologi Madani Indonesia (STMI), serta jajaran perusahaan transportasi asal Hokkaido, termasuk Dohnan Bus dan Furano Bus/Weeler Across, di ruang kerjanya, Selasa, 6 Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Lalu Iqbal menangkap adanya kebutuhan tenaga kerja yang bisa menjadi peluang bagi masyarakat NTB. Karena itu, dia meminta penyiapan tenaga kerja tidak dilakukan secara umum, tetapi sejak awal disesuaikan dengan spesifikasi pekerjaan, sertifikasi dan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan industri di Jepang.
“Dari hampir 6 juta penduduk NTB, lebih dari 60 persen berada di usia produktif. Kami siap berinvestasi penuh untuk menyiapkan skill dan kompetensi mereka sesuai spesifikasi, sertifikasi, dan standar yang dibutuhkan oleh industri di Jepang,” kata Lalu Iqbal.
Untuk menjalankan langkah tersebut, Iqbal akan mengoptimalkan sekitar 100 SMK Negeri, ratusan SMK Swasta, serta BLK yang dimiliki NTB. Infrastruktur pendidikan dan pelatihan tersebut diarahkan menjadi bagian dari rantai penyiapan tenaga kerja, mulai dari peningkatan keterampilan, penguasaan bahasa hingga pemenuhan sertifikasi yang dibutuhkan.
Lalu Iqbal juga mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menyiapkan skema pelatihan intensif berasrama. Salah satu yang disiapkan adalah pemantapan bahasa Jepang dengan target standar N3 selama enam bulan serta keterampilan teknis sesuai pekerjaan yang akan dituju.
Khusus untuk peluang sebagai pengemudi bus di Hokkaido, Lalu Iqbal bahkan meminta penyiapan calon pekerja dilakukan sampai pada aspek teknis. Pemprov NTB siap menyediakan armada bus dengan standar Jepang agar peserta bisa berlatih menggunakan kendaraan yang mendekati spesifikasi yang akan mereka gunakan ketika bekerja.
“Khusus untuk sektor pengemudi bus, kami bahkan siap menyediakan armada bus khusus standar Jepang sebagai fasilitas latihan teknis sebelum para peserta diberangkatkan,” tegas Lalu Iqbal.
Kebutuhan tersebut bukan peluang yang dibangun tanpa pasar. Perwakilan 3eee, Inc. Indonesia, Agung, didampingi Direktur Utama 3eee, Inc., Mr. Tanaka, mengungkapkan industri di Hokkaido membutuhkan tenaga terampil terutama untuk transportasi publik, termasuk pengemudi bus dalam kota dan bandara. Peluang juga tersedia untuk mekanik otomotif, hospitality, serta sektor konstruksi di Tokyo dan Osaka.
Bahkan, jalur tersebut sudah mulai dimasuki tenaga kerja asal NTB. Menurut Agung, seorang pengemudi bus asal NTB telah bekerja di Hokkaido dan dinilai berhasil beradaptasi dengan kebutuhan industri setempat.
“Saat ini sudah ada pengemudi bus asal Lombok pertama yang terbukti sukses bekerja di Hokkaido. Kami ingin memperluas kuota penyerapan tenaga kerja asal NTB karena karakter pekerja Lombok yang tangguh dan adaptif,” kata Agung.
Respons industri tersebut menjadi dasar bagi Lalu Iqbal untuk memperbesar peluang tenaga kerja NTB masuk ke pasar Jepang. Mitra perusahaan bus Hokkaido yang hadir dalam pertemuan juga menyambut kesiapan NTB menyiapkan kemampuan bahasa dan lisensi mengemudi calon pekerja sesuai kebutuhan mereka.
“Kita juga akan terus memperkuat perlindungan pekerja dan membuka lebih banyak kebutuhan industri Jepang yang bisa dipersiapkan sejak dari NTB,” kata Lalu Iqbal. (Red)

