IPNews. Surabaya. Keberhasilan Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026 mendapat apresiasi dari mantan Manajer Persebaya, Ronny Tanuwijaya. Menurutnya, gelar perdana Bajul Ijo di ajang pramusim bergengsi tersebut menjadi bukti bahwa Persebaya kembali berada di jalur yang tepat untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Persebaya memastikan diri sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti 6-5 pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8). Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.
Ronny menilai keberhasilan tersebut bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari proses panjang yang dijalani seluruh elemen tim sepanjang turnamen.
“Selamat kepada seluruh keluarga besar Persebaya. Gelar ini adalah buah dari kerja keras pemain, pelatih, manajemen, dan tentu dukungan luar biasa dari Bonek yang selalu berada di belakang tim,” ujar Ronny.
Menurut pria yang pernah mengelola Persebaya itu, mental juara yang diperlihatkan Green Force sepanjang turnamen menjadi faktor pembeda. Ia menilai para pemain mampu menjaga fokus hingga babak adu penalti yang penuh tekanan.
“Di pertandingan final, yang dibutuhkan bukan hanya kualitas teknik, tetapi juga mental. Persebaya menunjukkan karakter sebagai tim besar yang tidak mudah menyerah meski pertandingan berjalan sangat ketat,” katanya.
Ronny juga memberikan apresiasi khusus kepada penjaga gawang Reza Arya yang tampil gemilang pada babak adu penalti. Dua penyelamatan yang dilakukan kiper muda tersebut dinilainya menjadi momentum penting yang mengantarkan Bajul Ijo meraih trofi.
“Reza Arya layak mendapat pujian. Penampilannya sangat tenang dan menjadi pembeda saat adu penalti. Kiper seperti ini memberikan rasa percaya diri bagi seluruh tim,” ungkapnya.
Meski demikian, Ronny mengingatkan agar keberhasilan di Piala Presiden tidak membuat Persebaya cepat berpuas diri. Menurutnya, tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi ketika kompetisi resmi bergulir.
“Piala Presiden adalah modal yang sangat baik, tetapi kompetisi Liga 1 jauh lebih panjang. Semoga trofi ini menjadi pelecut semangat untuk mempertahankan performa dan kembali membawa Persebaya berprestasi di liga,” tuturnya.
Ia juga berharap gelar juara tersebut menjadi awal kebangkitan Persebaya untuk kembali meraih prestasi yang lebih besar di tingkat nasional.
“Semoga ini menjadi momentum kebangkitan Persebaya. Klub sebesar Persebaya memang pantas berada di papan atas dan terus bersaing memperebutkan gelar setiap musim,” pungkas Ronny.
Keberhasilan menjuarai Piala Presiden 2026 sekaligus mengakhiri penantian panjang Persebaya untuk mengangkat trofi turnamen pramusim tersebut. Gelar itu menjadi modal berharga bagi Bajul Ijo dalam menatap kompetisi Liga 1 musim 2026/2027 dengan kepercayaan diri yang tinggi. (Red)

