IPNews. Jakarta. Awal yang baik untuk John Herdman bersama tim nasional Indonesia. Kemenangan atas St Kitts & Nevis 4-0 dalam pertandingan pertama FIFA Series 2026 pantas diapresiasi. Selain karena Herdman mampu memberikan kesan positif pada debutnya bersama timnas. Tim Merah Putih juga tampil baik sesuai instruksi pelatih. Pantas diacungi jempol.

Empat gol ke gawang St Kitts & Nevis tercipta dari sebuah permainan yang cantik dan strategi yang ciamik yang diperlihatkan para pemain timnas. Dan, tentu saja. semua berjalan karena instruksi pelatih dapat diterapkan dengan baik di lapangan. Hasilnya, fantastis. Beckham Putra cetak dua gol, Ole Romeny dan Muro Ziljstra maisng-masing satu gol.

Herdman memang pandai meramu tim. Setidaknya itulah pendapat pertama saya usai menyaksikan pelatih asal Inggris ini memainkan perannya sebagai arsitek timnas. Staktik dan strateginya jitu. Dia seperti sudah tahu betul saiap saja pemain-pemain yang akan diturunkan pada laga pertamanya. Saya sendiri tidak menduga dia berani menurunkan langsung empat pemain asli Indonesia; Rizky Ridho, Beckham Putra, Ramadan Sananta, serta debutan pemain muda Dony Tri Pamungkas.

Dan, penampilan keempatnya terbilang istimewa, kendati Ramadan tampak masih belum terlihat optimal. Namun secara umum striker yang bermain di Liga Malaysia bersama klub DPMM ini cukup lumayan. Ramadan hanya perlu lebih tenang lagi dalam penyelesaikan akhir. Sedangkan Rizky, Beckham, dan Dony benar-benar oke. Khusus Dony, saya salut dengan performanya. Dia berhasil menjawab tuntas kepercayaan yang diberikan Herdman.

Intinya pemain-pemain produk lokal mampu menjawab tantangan ditengah kepungan pemain-pemain diaspora di tubuh timnas. Saya percaya, jika mereka terus dipercaya mendapatkan menit bermain, kualitas dan performanya akan makin terangkat. Kemampuan teknik mereka bagus. Bahwa, semuanya belum sempurna itu harus diakui. Semua perlu proses. Jika Herdman percaya pada mereka maka ke depan level pemain-pemain asli Indonesia ini bisa lebih bersaing.

Beckham Putra mencetak dua gol ke gawang St Kitts & Nevis saat Indonesia menang 4-0 di SUGBK Senayan, Jumat (27/03/2026) lalu. (Foto: PSSI)

Kemenangan atas St Kitts & Nevis jadi modal sempurna untuk menghadapi Bulgaria di laga kedua, Senin (30/03/2026) di SUGBK Senayan. Lawan semifinalis Piala Dunia 1994 ini bakal menjadi tolok ukur sebenarnya buat timnas. Bulgaria merupakan lawan kuat. Selain peringkat FIFA yang berada di atas Indonesia – posisi 87 FIFA
– Bulgaria juga sudah menunjukkan taringnya pada laga pertama saat menggasak Kep Solomon 10-2.

Melawan Bulgaria, effortnya bakal lebih tinggi dibandingkan saat melawan St Kitts & Nevis. Lini pertahanan Indonesia bakal diuji oleh ketajaman penyerang-penyerang Bulgaria. Sepuh gol yang berhasil diciptakan Bulgaria merupakan indikasi kalau para pemain memang punya kapasitas mumpuni.

Di sinilah ujian sesungguhnya buat pemain-pemain belakang timnas. Kekompakkan trio Jay Idzes, Rizky Ridho, dan, boleh jadi, Justin Hubner yang akan diturunkan, akan diuji pada laga ini.

Kita tunggu bersama juga bagaimana Ole Romeny kembali memainkan perannya sebagai pemain free, yang bebas bergerak kemana pun. (Red)