IPNews. Jakarta. Pers memiliki posisi krusial dalam memastikan proses pembangunan berjalan transparan dan akuntabel. Namun agar kritik yang disampaikan media tetap berorientasi pada perbaikan, bukan menjurus pada fitnah atau konflik horizontal.
Demikian disampaikan Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Amran Sulaiman saat menjadi pembicara dalam acara Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2026 di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/26).
Amran Sulaiman menilai peran wartawan sebagai elemen strategis dalam menjaga kualitas demokrasi dan mengawal arah pembangunan nasional.
“Demokrasi membutuhkan pers yang kuat dan berintegritas. Kritik itu penting, tapi harus konstruktif,” ujarnya.
Selanjutnya menurut Amran, kegiatan retret tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat kapasitas dan wawasan kebangsaan insan pers. Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran media yang menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab.
Cita-cita Indonesia menjadi negara maju bahkan kekuatan global hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam konteks itu, wartawan dinilai berperan besar dalam membangun optimisme publik melalui informasi yang akurat dan berimbang.
Menurutnya, hasil pembangunan yang dirasakan hari ini merupakan kerja kolektif seluruh elemen bangsa, termasuk kontribusi pers dalam membentuk opini publik yang sehat.
Menutup pernyataannya, Amran mengajak insan pers untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat demi masa depan Indonesia yang berkelanjutan, melalui pemberitaan yang edukatif dan berorientasi pada kepentingan bangsa. (Her)

