IPNews. Jakarta. Duel pembuka timnas Indonesia melawan Kamboja, Senin (27/7) malam ini akan menjadi langkah awal menuju pemenuhan target juara AFF Championship (Piala AFF) 2026. Tidak ada kata lain buat Rizky Ridho dkk, kecuali menang.
Sejarah mencatat Indonesia selalu unggul melawan Kamboja. Pun pada pertandingan pertama yang akan dimainkan timnas dalam persaingan Grup A. Selain Kamboja, di grup ini juga bercokol Timor Leste, Singapura, dan Vietnam.
Kamboja menjadi ujian perdana John Herdman. Pelatih berdarah Inggris yang pernah sukses bersama timnas Kanada ini akan dijajal kejeliannya saat dia untuk pertama kalinya menghadapi tim asal Asia Tenggara.
Sebelumnya sejumlah laga internasional sudah dirasakan Herdman bersama Indonesia, masing-masing melawan St Keits and Nevis, Bulgaria, Oman, dan Mozambik.
Menyimak kembali perjalanan Herdman usai dipercaya PSSI menangani tim Merah Putih diakui bahwa ada harapan besar yang dialamatkan kepadanya. Timnas kembali menggeliat. Tak berlebihan jika masyarakat kini menginginkan torehan gelar berupa juara Piala AFF 2026.
Sejak pertama kali Piala AFF digelar (dulu bernama Piala Tiger) pada 1996, belum sekalipun Indonesia merasakan juara. Kita hanya bisa tampil sebagai runner up sebanyak 6 kali (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, 2020). Kalah mentereng dengan Thailand ( 7 kali juara), Sinagpura (4 kali), Vietnam (3 kali), Malaysia (1 kali).
Ironis memang. Indonesia sebagai negara paling besar di Asia Tenggara dan sepakbolanya selalu disegani, ternyata belum mampu mencatat juara di persaingan AFF Cup. Karenanya, kini saatnya Indonesia menunjukkan taringnya sebagai negara yang konsisten memperlihatkan kekuatannya pasca kegagalan menembus Piala Dunia 2026.
Dalam tiga tahun tahun terakhir sorotan diarahkan pada sepak terjang timnas Indonesia yang sukses melangkah hingga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia meniadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang bisa melangkah sejauh itu. Hadirnya kekuatan baru Indonesia yang banyak diperkuat pemain diaspora membuat Indonesia dituntut menunjukkan konsistensinya.
Piala AFF 2026 menjadi tantangan John Herdman. Sanggupkah dia meramu dan menyusun kekuatan timnas di saat absennya sejumlah pemain kunci yang bermain di klub-klub elit Eropa, yakni Jay Idzes (Sassuolo), Calvin Verdonk (Lille), Kevin Dicks (Moenchengladbach), Marthen Paes (kiper Ajax), Emil Auderro (Cremones), Ole Romeny, dan Justin Hubner (Fortuna Sittard)?
Sejatinya ketidak hadiran pemain-pemain bintang itu tidak menjadi alasan bagi timnas tak bisa mencapai hasil tertinggi, yaitu juara. Herdman masih memiliki pemain kaya pengalaman Tom Haye, Eliano Reijnders, Sandy Walls, Jordy Amat, Rizky Ridho, Ragnar Oratmangun, yang pernah menjadi bagian penting timnas saat melakoni kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu.
Menurut saya, juara Piala AFF, menjadi harga mati buat timnas. (Red)

