IPNews. Malaysia. Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di Sanggar Bimbingan (SB) Al-Amin Madrasatul Mahmudiyah, Kampung Subadak Hilir, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 28 hingga 30 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas komunikasi, memberikan pendampingan pendidikan dasar, serta menanamkan karakter kebersatuan dan nasionalisme kepada anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki keterbatasan akses pendidikan formal.
Program ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur, dengan dukungan Dekan FISIP UPNVJ, Dr. S. Bekti Istiyanto, M.Si., dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Kegiatan melibatkan 23 murid, terdiri atas 7 murid kelas 1, 5 murid kelas 2, 3 murid kelas 3, 3 murid kelas 4, 4 murid kelas 5, dan 1 murid kelas 6, yang menghadapi beragam tantangan pendidikan dan keterbatasan dokumen identitas.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UPNVJ, Dr. Ana Kuswanti .M.Si., menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak PMI tersebut. “Anak-anak Pekerja Migran Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan kepastian hukum.
Kami berharap pendampingan ini dapat memberikan dukungan nyata bagi masa depan mereka, terutama dalam memperoleh identitas hukum dan kesempatan pendidikan yang lebih baik,” ungkapnya Jumat (30/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UPNVJ memberikan pelatihan bertajuk “Introduction and Practical Training on Everyday Courtesy Expressions and Social Etiquette for Expatriates in Kuala Lumpur to Foster Respectful Communication”. Pelatihan menggunakan permainan edukatif, diskusi interaktif, dan simulasi sederhana untuk meningkatkan etiket komunikasi dan kesantunan. Tim juga mendampingi pembelajaran membaca, menulis, berhitung (calistung), literasi budaya Indonesia, serta penguatan nilai keagamaan.
Dr. S. Bekti Istiyanto, M.Si. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat internasional. “Pengabdian ini menjadi wujud komitmen UPNVJ dalam menghadirkan kontribusi akademik yang berdampak bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Anak-anak PMI berhak mendapatkan pendidikan yang layak serta penguatan karakter kebangsaan dan nilai-nilai Bela Negara,” ujarnya.
Dr. Ana Kuswanti menambahkan bahwa Sanggar Bimbingan Al-Amin menjadi ruang pembelajaran penting bagi anak-anak Indonesia yang lahir dan tumbuh di Malaysia, tetapi belum memiliki kelengkapan dokumen kewarganegaraan. Pendampingan ini diharapkan membantu mereka mempersiapkan pendidikan kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C.
Sanggar Bimbingan Al-Amin merupakan fasilitas pembelajaran gratis yang didukung KBRI Kuala Lumpur. Kegiatan PkM Internasional ini turut melibatkan kontribusi non-tunai (in-kind contribution) senilai sekitar Rp20.000.000, mencakup sumber daya manusia, materi pengajaran, dan penyelenggaraan pelatihan. Melalui program ini, UPNVJ berkomitmen memperkuat akses pendidikan, nasionalisme, dan implementasi Bela Negara melalui pengabdian masyarakat berkelanjutan di tingkat internasional. (Red)

