IPNews. Jakarta. Minta Dana Investasi Dikembalikan. Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Korban Koperasi Sejahtera Bersama menggelar unjuk rasa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020). Dalam aksinya mereka menuntut agar Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP – SB) mengembalikan uang kami para anggota,

“Kami menuntut hukum harus ditegakan, serta seret pengurus KSP – SB ke pengadilan. Mereka juga menuntut agar pengurus KSP – SB mengadakan rapat anggota luar biasa, umumkan laporan keuangan secara transparan, bongkar kejahatan kerah putih di KSP – SB dan tim pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) untuk bersikap netral. Aksi yang digelar dari pukul 09.30 – 10.00 WIB diwarnai dengan membentangkan sejumlah spanduk dan poster.

Selain itu juga ada peserta aksi yang menangis dan berteriak agar pemerintah turun tangan untuk membantu para korban. Peserta yang menangis karena uang puluhan juta yang ditanamkan di KSP – SB tidak bisa ditarik kembali. Padahal yang diinvestasikan tersebut merupakan uang tabungan dan pensiun yang harusnya bisa dinikmati ketika ada pandemi Covid-19 saat ini.

“Saya minta pemerintah dan Pak Jokowi untuk turun tangan bantu kami para korban. Kami rakyat kecil yang menjadi korban dari simpan pinjam KSP – SB. Uang itu kami kumpulkan dengan susah payah,” ujar Reni peserta aksi sambil menangis di depan PN Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020).

Reni mengaku tidak mendapatkan laporan keuangan KSP SB sejak April 2020 lalu. Saat ditanyakan kejelasan laporan keuangan, pengurus KSP – SB selalu berdalih dengan alasan Covid-19. Pada awalnya Reni memaklumi dengan kondisi Covid-19. Namun hingga akhir September 2020, pengurus KSP – SB juga tidak kunjung memberikan laporan keuangan.

“Padahal uang yang kami simpan di KSP – SB adalah uang jerih payah kami yang harusnya bisa dinikmati di tengah kondisi pandemi saat ini,” paparnya.

Koordinator aksi Rahja mengatakan, aksi digelar di PN Jakarta Pusat, karena saat ini majelis hakim PN Jakarta Pusat tengah membahas masalah PKPU KSP – SB. Oleh karena itu para korban KSP – SB meminta agar PKPU harus adil dan membela hak-hak para korban KSP – SB. Jumlah korban KSP – SB dari seluruh Indonesia mencapai sekitar 170 ribu peserta.

“Intinya adalah uang kita ingin kembali. Kita mau uang kita yang kita simpan di KSP – SB harus kembali, itu yang kita mau,” ujarnya.

Rahja meminta agar tim PKPU membela para korban dari KSP – SB. Oleh karena itu para korban meminta agar digelar rapat luar biasa dengan pengurus KSP -SB. Selain itu laporkan juga kondisi keuangan KSP SB secara jelas dan transparan serta dipublikasikan ke berbagai media massa. Para korban KSP – SB juga tidak meminta Tim Ahli untuk menganalisa keuangan KSP – SB secara detail.

“Dengan adanya sidang ini juga kita mengimbau kepada hakim untuk lebih mendengar suara kita sebagai rakyat korban dari KSP – SB. Tolonglah kita dibela karena kita telah didzolimi. Uang kita yang kita tanam di koperasi ternyata kami tidak bisa mengambilnya. Padahal itu adalah uang pensiun, uang hasil jerih payah kami,” paparmya.

Dalam kesempatan ini Rahja juga mempertanyakan nilai total dana simpanan anggota yang berubah – ubah. Pada awalnya yang berjumlah Rp 3,1 triliun. Namun setelah diverifikasi nilainya berubah menjadi Rp 7 triliun . Oleh karena itu pihaknya meminta ada transparansi dan kejelasan terkait total dana simpanan anggota.

“Jadi kami minta ada audit investigasi dari KSP – SB yang harus disetujui oleh tim dari pengurus PKPU. Kami ingin hakim mendengar suara kami. Kami adalah rakyat yang didzolimi dan kami harus dibantu karena kami adalah rakyat. Kami minta hak kami dikembalikan,” tegasnya.

Diketahui, Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP – SB) dinyatakan dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Hal itu berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 24 Agustus 2020. (her)

Bagikan :